Pages

RSS Feed

Jumat, Juli 24, 2009

Mengupas Formulir SPT Masa PPh 21/26 Baru Per-32/PJ/ 2009

Terkait dikeluarkannya Peraturan Per-32/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir SPT Masa PPh 21/26. Maka sebentar lagi pada bulan Agustus 2009 nanti atau laporan SPT Masa per Juli 2009, Formulir yang baru tersebut sudah mulai diberlakukan, bagi yang belum mengetahui Bentuk Formulir tersebut anda bisa mendownloadnya di formulir pajak. Formulir yang baru ini bentuknya berbeda dari yang sebelumnya, formulir ini sepertinya ingin mengetahui secara rinci mengenai penghasilan karyawan secara perorangan terutama yang memiliki penghasilan diatas PTKP.

Selain itu sepertinya memudahkan petugas pajak memonitor penghasilan seseorang. Dan ini menjadikan gaji seorang karyawan bisa diungkapkan secara transparan, bukan rahasia lagi.

Kalau dulu dalam pelaporan perpajakan kita hanya melaporkan secara global saja gaji karyawan, dan hanya pada laporan SPT Tahunanlah akan bisa terlihat gaji karyawan secara perorangan.

Satu hal yang memudahkan dari formulir yang baru ini, kita nantinya tidak perlu lagi direpotkan membuat SPT Tahunan seperti yang sudah-sudah, karena pada formulir yang baru ini pada SPT Masa perbulannya sudah terekam semuanya. Dan nanti pada laporan SPT Masa Desember Anda tinggal merekap saja, berapa yang sudah dibayarkan pada masa Januari s/d Nopember plus Masa Desember.

Hanya pada SPT Masa Juli 2009 ini, Anda sedikit akan dibuat repot karena harus membuat rekap karyawan tetap yang masih aktif pada Form 1721-T, tapi itu dibuat hanya sekali ini saja (maksudnya hanya untuk laporan spt masa juli ini saja) selanjutnya pada masa berikutnya, Anda hanya melaporkan Form 1721, Form 1721-I, Form 1721-II (kalau ada).

Terus bagi wajib pajak yang pajaknya ditanggung pemerintah, Selain Form Ditanggung Pemerintah, Anda juga harus melampirkan Form Daftar Pemotongan PPh 21/26 Tidak Final setiap bulannya.

Adapun untuk formulir SPT Masa PPh 21/26 terdiri dari :

1. Formulir 1721 merupakan formulir Induk

2. Formulir 1721-I merupakan daftar bukti pemotongan pph.21 untuk karyawan tetap yang penghasilan netonya melebihi PTKP. Dan ini wajib dibuat hanya pada Masa Desember saja

3. Formulir 1721-II merupakan daftar pegawai yang keluar, masuk, atau yang baru memiliki NPWP.

4. Formulir 1721-T merupakan daftar jumlah pegawai tetap. Formulir ini wajib dilampirkan pada saat pertama kali menyampaikan laporan SPT Masa Juli 2009. Dan Form ini juga akan disampaikan lagi pada Masa Januari 2010 nanti. Hingga seterusnya setiap awal Masa Pajak tahun bersangkutan.

Formulir-formulir lainnya yaitu :

1.Daftar Pemotongan PPh 21/26 (Tidak Final) adalah Daftar yang harus dibuat oleh pemotong pajak berdasarkan bukti pemotongan pph 21 perorangan (per pegawai tetap) yang gajinya diatas PTKP, formulir ini seharusnya dilaporkan setiap bulan ke KPP, tetapi bagi anda yang tidak mau melaporkan form ini, sebaiknya anda disiapkan saja karena jika suatu waktu ada pemeriksaan pajak diperusahaan anda, anda tidak harus membuatnya lagi.

2.Bukti Pemotongan PPh 21/26 (Tidak Final) adalah Bukti yang harus dibuat untuk setiap karyawan tetap yang gajinya telah melebihi PTKP. Dan bukti pemotongan ini seharusnya diberikan kepada masing2 karyawan anda. Sebagai bukti juga bagi karyawan tersebut untuk pembuatan SPT Tahunannya.

3.Daftar Pemotongan PPh 21/26 (Final), dibuatnya sama dengan diatas, tetapi pekerjaan yang dilakukan tidak bersifat tetap.

4.Bukti Pemotongan PPh 21/26 (Final), sama, dibuat untuk pekerjaan yang dilakukan tidak bersifat tetap.

Formulir-formulir baru seperti diatas, yang ada sekarang ini masih berformat Word. Tetapi jika Anda ingin formulir yang berformat Excel, kami sudah buatkan untuk Anda, dan Anda bisa mendownloadnya di formulir pajak.

Semoga bermanfaat...

0 komentar: