Pages

RSS Feed

Sabtu, Agustus 29, 2009

Bikin SPT PPh 21 Tidak Perlu Program Khusus Lo.!!!

Saat ini saya yakin banyak sekali berbagai macam program pembuat SPT PPh 21 yang dijual dipasaran ataupun secara online yang semuanya bermaksud untuk memudahkan para penggunanya. Hal itu tidak salah jika Anda ingin memiliki program-program tersebut karena tentunya akan mempercepat pekerjaan Anda sendiri.

Tetapi satu hal yang sering jadi problem adalah apabila terjadi perubahan peraturan perpajakan menyangkut PPh 21, bisa jadi program tersebut tidak bisa update, hingga jika ingin mengupdate Anda mesti memanggil programer yang membuat program tersebut untuk di upgrade atau Anda harus membeli lagi program baru yang tentunya harus mengeluarkan uang lagi hanya untuk membeli program baru.

Tetapi berdasarkan pengalaman saya selama lebih dari 11 tahun sejak tahun 1998 membuat SPT PPh 21, saya tidak pernah sama sekali menggunakan program-program khusus hanya untuk membuat SPT PPh 21 tersebut, saya hanya membuat sebuah formula SPT PPh 21 dengan menggunakan Excel yang sampai sekarang masih saya gunakan. Sebenarnya pada intinya SPT Tahunan PPh 21 itu yang banyak dibuat adalah form 1721-A1 untuk perorangan, itu saja yang membuat waktu kita banyak tersita, tetapi dengan tenggang waktu selama 3 bulan dari Januari s/d Maret saya rasa cukup waktu untuk membuat form 1721-A1 perorangan.

Pada saat pertama membuat SPT PPh 21 saya sempat menggunakan mesin ketik untuk membuat lampiran form 1721-A1, waktu itu sehari saya hanya bisa memperoleh 20 lembar form 1721-A1, bisa dibayangkan kalo saat itu karyawan kami ada sekitar 500 orang. Untung saja saya cepat berfikir, hingga pada tahun berikutnya saya buatlah cara ini yang saya sebut dengan "formula SPT PPh 21". Memang cara ini hanya menggunakan cara manual saja alias hanya memanfaatkan kepandaian menggunakan komputer dengan program excel. Tetapi saya rasa cara ini sudah cukup efektif untuk pekerjaan ini.

Disini saya coba memberikan kepada Anda gambaran cara manual yang saya lakukan selama lebih 11 tahun ini, cara ini tidak terpengaruh peraturan perpajakan menyangkut PPh 21 apapun perubahannya. Karena memang formula SPT PPh 21 ini dibuat mengacu pada form 1721-A1, Dan ini tentunya akan menghemat keuangan perusahaan Anda.

Formula SPT PPh 21 ini telah saya edit untuk Anda sampai dengan bulan Desember 2009 yang sebelumnya hanya dibuatkan sampai dengan bulan Agustus 2009 saja. Dalam editing ini saya juga menyertakan contoh cara membuat form 1721-A1 dikaitkan dengan Formula SPT PPh 21. Anda bisa buka file tersebut dalam 2 jendela yaitu Formula SPT PPh 21 dan Form 1721-A1 dengan menggunakan Arrange => Horizontal.

Form 1721-A1 ada baiknya Anda buatkan dengan cara perorangan dengan mengunakan nomor urut yang tercantum pada Formula SPT PPh 21 tersebut agar update datanya lebih mudah. Form 1721-A1 tidak dibuat untuk semua karyawan, tetapi dibuatkan hanya untuk karyawan yang berpenghasilan diatas PTKP saja. Oleh karena itu Anda bisa pisahkan didalam Formula SPT PPh 21 itu antara karyawan yang berpenghasilan diatas PTKP dengan karyawan yang berpenghasilan dibawah PTKP.

Untuk seterusnya pada tahun 2010 nanti, jika Anda masih berkenan memakai Formula SPT PPh 21 ini, maka gaji atau penghasilan yang dipakai untuk dimasukan pada bulan Januari 2010 adalah penghasilan Desember 2009.

Untuk lebih mudah memahami penjelasan saya, ada baiknya Anda mendownload terlebih dulu Formula SPT PPh 21 di Formulir Pajak agar anda bisa mengikuti langkah-langkahnya. Atau mendownloadnya pada Form SPT PPh 21 seperti dibawah ini.

Formula SPT PPh 21 ini saya bagi dalam 2 bagian yaitu :

1. Formula SPT PPh 21 Download
2. Formula SPT PPh 21 - DTP (Ditanggung Pemerintah). Download

Jika Anda ingin mendownload Formula diatas, saran saya pilih yang anda perlukan saja. Formula SPT PPh 21 yang Anda dapatkan tersebut jika Anda buka masih menggunakan Password. Passwordnya adalah 2167 (mohon nanti password ini Anda ganti sendiri). Demikian juga pada Form DTP 2009 masih menggunakan Password yang sama yaitu 2167 (mohon juga diganti dengan password Anda sendiri)

Ok, sekarang kita mulai caranya yaitu :

1. Masukan Nama Karyawan seberapa banyak karyawan yang Anda punyai 100 org, 200 org, dst, beserta Jabatan masing2 karyawan, juga Tanggungan Keluarga yang mereka punyai.

Contoh Gambar :


2. Pada kolom Jumlah Org, jika masih kosong Anda masukkan angka 1 untuk menandakan pada bulan itu karyawan tersebut masih bekerja, berikut Gaji(1), Tunj PPh (bila ada)(2), Tunj Lain, Uang Lembur(3), P.Asuransi(5) dst. Pada kolom Gaji(1) jika Anda yakin karyawan tersebut tidak bakalan berhenti sampai akhir tahun, maka sebaiknya Anda setahunkan saja kolom tersebut. Selanjutnya nanti setiap bulannya Anda hanya akan memasukkan tambahan gaji seperti lembur pada kolom Tunj.Lain atau Lembur(3), atau Asuransi pada kolom P.Asuransi(5).

3. Pada kolom Jasa Produksi, THR(8), bisa Anda isi apabila ada. untuk THR September nanti mungkin bisa Anda isi.

4. Pada kolom Pengurangan terdiri dari : Biaya Jabatan 5% maks 6 juta setahun, 500 ribu sebulan, Jamsostek, atau Biaya Pensiun 5% maks 2,4 juta setahun, 200 ribu sebulan.

Contoh Gambar :


5. Pada kolom Jumlah Pengh.Netto(14) adalah pengurang antara Penghasilan Bruto(9) dengan Jumlah Biaya Jabatan/Jamsostek/Biaya Pensiun(13).

6. Pada kolom Jumlah Penghasilan Netto Disetahunkan(16) adalah Jumlah Pengh.Netto(14) dikali 12.

7. Pada kolom PTKP(17) adalah banyaknya tanggungan karyawan misalnya karyawan tersebut telah kawin dan mempunyai anak dua, jadi diisi 19.800.000/thn atau 1.650.000/bln terdiri dari Wajib Pajak = 15.840.000/thn atau 1.320.000/bln, Istri = 1.320.000/thn atau 110.000/bln, Anak 2 orang = 2.640.000/thn atau 220.000/bln.

8. Pada kolom PKP setahun(18) adalah hasil pengurangan antara Jumlah Pengh.Netto Disetahunkan(16) dengan PTKP(17), dan kolom ini adalah dasar perhitungan PPh 21. Contoh : Juml.Pengh.Netto.Disthnkan(16) sebesar Rp.55.800.000,- dikurang dengan PTKP(17) sebesar Rp.19.800.000,- maka PKP setahun(18) adalah Rp.36.000.000,-

9. Pada kolom PPh 21 PKP setahun(19) sama hasilnya dengan PPh 21 Terutang(21) adalah Jumlah PKP Setahun(18) sebesar Rp.36.000.000,- dikalikan 5% (jika memiliki NPWP) atau 6% (jika belum memiliki NPWP), jadi jumlahnya Rp.1.800.000 atau Rp.2.160.000,- (20% lebih besar)

Contoh Gambar :


10. Pada kolom Ditanggung Pemerintah(22) adalah penghasilan ditanggung pemerintah, ini juga akan jadi pengurang dari PPh 21 terutang. contoh DTP Rp.1.500.000,- maka jika dimasukkan angka diatas menjadi Rp.1.800.000,- dikurang Rp.1.500.000,- sama dengan Rp.300.000,- (jumlah ini yang harus dibayarkan oleh karyawan)

11. Jika cara diatas Anda masukkan dalam perbulan, maka ketika Anda ingin menutupnya menjadi setahun (ketika Anda ingin membuat menjadi SPT Tahunan), maka kolom Januari s/d Desember harus Anda hapus dengan Delete Row, tetapi sebelumnya semua value atau penjumlahan harus anda matikan terlebih dahulu atau Anda range seluruh halaman agar saat Anda men-Delete Row hasil penjumlahannya tidak menjadi nilai 0, untuk me-range value gunakan cara sebagai berikut : edit => copy => paste special => pilih Values => ok.

12. Pada kolom bulan, disana Anda bisa memantau berapa besar pembayaran PPh 21 setiap bulannya (jika gaji yang Anda masukkan meliputi satu tahun). Dan pada kolom bulan itu pula patokan untuk dimasukan ke form 1721-Induk

Contoh Gambar 1 : Untuk melihat jumlah pajak perorangan yang dibayar :



Contoh Gambar 2 : Rekap seluruh unit kerja dan jumlah pajak yang dibayar (bisa langsung di add ke form induk) :



Sekian...Semoga bermanfaat.

2 komentar:

bro newbie mengatakan...

gan ko link downloadnya ndak ada gan...

yanuar wachyudi mengatakan...

link downloadnya g ada...