Pages

RSS Feed

Selasa, September 15, 2009

Peraturan Baru Tata Cara Pengajuan Keberatan

Saat ini untuk kita sebagai wajib pajak sudah ada standar cara pengajuan keberatan ke kantor pelayanan pajak dimana kita terdaftar, terkait dengan dikeluarkannya peraturan PER-49/PJ/2009 tentang tata cara pengajuan keberatan dan penyelesaiannya.

Saya yakin ada banyak dari wajib pajak yang tidak mengetahui apa itu Keberatan dalam perpajakan. Ok, deh saya coba jelaskan disini. Keberatan dalam perpajakan, adalah adanya ketidaksesuaian perhitungan pajak antara wajib pajak dengan pemeriksa.

Ini terjadi biasanya karena perhitungan pajak yang dikenakan oleh periksa berupa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) lebih besar dari perhitungan wajib pajak itu sendiri. Hal ini terkait pada saat perusahaan atau instansi tersebut diperiksa oleh Pajak.

Ketidak sesuai tersebut bisa dilanjutkan oleh wajib pajak dengan mengajukan keberatan ke kantor pelayan pajak setempat. Pengajuan keberatan itu sendiri tidak menunda kewajiban yang harus kita bayarkan terkait telah dikeluarkannya SKPKB tersebut. Intinya kita tetap harus bayar dulu pajak yang dikenakan sesuai SKPKB sambil kita mengajukan keberatan.

Jika memang keberatan yang kita ajukan dipenuhi atau disetujui maka uang yang telah kita setorkan ke kas negara akan dikembalikan lagi, ataupun juga bisa kita kompensasikan saja pengembalian itu untuk kewajiban perpajakan kita selanjutnya.

Pada dasarnya proses pengajuan keberatan itu perlu waktu yang cukup lama minimal 3(tiga) bulan sejak ketetapan itu keluar.

Karena memang telah ada standar cara pengajuan keberatan tersebut, maka bagi anda yang memerlukannya Formulir Surat Keberatan tersebut bisa mendownloadnya di Formulir Pajak

Semoga bermanfaat...

0 komentar: