Pages

RSS Feed

Kamis, Januari 28, 2010

Cara Perhitungan PPh Pasal 21 Yang Bukan Pegawai

Pada tulisan-tulisan sebelumnya kita telah banyak membahas cara perhitungan PPh Pasal 21 untuk seorang pegawai. Nah, untuk kali ini saya ingin mencoba memberikan ilustrasi perhitungan PPh Pasal 21 untuk seorang yang menerima penghasilan bukan pegawai.

Pengertian penerima penghasilan bukan pegawai adalah orang pribadi yang memperoleh penghasilan dengan bekerja pada suatu instansi, lembaga, ataupun perusahaan yang tidak terikat oleh ketentuan tertentu pada instansi, lembaga ataupun perusahaan tersebut, tetapi menerima imbalan atau pendapatan atau honor atas pekerjaan, jasa berdasarkan perintah ataupun permintaan dari pemberi kerja tersebut.



Adapun kategori bukan pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan tertentu sesuai Peraturan Dirjend Pajak Nomor: PER-31/PJ/2009 Pasal 3 antara lain meliputi :

1. Tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai dan aktuaris.
2. Pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, penari, pemahat, pelukis dan seniman lainnya.
3. Olahragawan.
4. Penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator.
5. Pengarang, peneliti dan penerjemah.
6. Pemberi jasa dalam segala bidang termasuk tehnik, komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan.
7. Agen iklan.
8. Pengawas atau pengelola proyek.
9. Pembawa pesanan atau yang menemukan langganan atau yang menjadi perantara.
10. Petugas penjaja barang dagangan.
11. Petugas dinas luar asuransi.
12. Distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya.

Untuk lebih jelas dibawah ini contoh ilustrasi penerima penghasilan bukan pegawai yaitu :

1. Ilustrasinya adalah seorang dokter yang praktik di sebuah rumah sakit terkemuka, yaitu : dr.H.Akhmad Kusasi Sp.JP adalah seorang dokter spesialis jantung yang melakukan praktik di Rumah Sakit Harapan Kita dengan perjanjian bahwa atas setiap jasa dokter yang dibayarkan oleh pasien akan dipotong 20% oleh pihak rumah sakit sebagai bagian penghasilan rumah sakit dan sisanya sebesar 80% dari jasa dokter tersebut akan dibayarkan kepada dokter pada setiap akhir bulan. dr.H.Akhmad Kusasi sendiri telah memiliki NPWP Pribadi, dan pada tahun bersangkutan rumah sakit Harapan Kita telah membayarkan jasa dr.H.Akhmad Kusasi sebagai berikut :

BulanJasa Dokter yang dibayar Pasien
JanuariRp. 45.000.000,-
PebruariRp. 49.000.000,-
MaretRp. 47.000.000,-
AprilRp. 40.000.000,-
MeiRp. 44.000.000,-
JuniRp. 52.000.000,-
JuliRp. 40.000.000,-
AgustusRp. 35.000.000,-
SeptemberRp. 45.000.000,-
OktoberRp. 44.000.000,-
NopemberRp. 43.000.000,-
DesemberRp. 40.000.000,-
----------------------------
JumlahRp. 524.000.000,-

Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21/26 yang berlaku bagi tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas adalah 50% dari jumlah penghasilan bruto.

Berdasarkan ketentuan diatas maka perhitungan PPh Pasal 21 selama masa Januari s/d Desember tahun bersangkutan a.n dr.H.Akhmad Kusasi adalah :

Jasa Dokter yang dibayar PasienDasar Pengenaan PPh Pasal 21
Rp.524.000.000,- x 50%=Rp.262.000.000,-

Perhitungan PPh Pasal 21PPh Pasal 21 Terutang
Rp. 50.000.000,- x 5%=Rp. 2.500.000,-
Rp. 200.000.000,- x 15%=Rp. 30.000.000,-
Rp. 12.000.000,- x 25%=Rp. 3.000.000,-
------------------------------------------
Jumlah=Rp. 35.500.000,-

Sedangkan untuk menghitung PPh Pasal 21 perbulannya, adalah sebagai berikut :

Jasa DokterDasarDasarTarif
BulanYang DibayarPemotonganPemotonganPasal 17PPh Pasal 21
PasienPPh Pasal.21PPh Pasal.21Ayat (1)Terutang
Kumulatifhuruf (a)
(Rp.)(Rp.)(Rp.)UU PPh(Rp.)
-------------------------------------------------------------------------------------------------
(1)(2)(3)=50%x(2)(4)(5)(6)=(3)x(5)
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Januari45.000.000,-22.500.000,-22.500.000,-5%1.125.000,-
Pebruari49.000.000,-24.500.000,-47.000.000,-5%1.225.000,-
Maret47.000.000,-3.000.000,-50.000.000,-5%150.000,-
20.500.000,-70.500.000,-15%3.075.000,-
April40.000.000,-20.000.000,-90.500.000,-15%3.000.000,-
Mei44.000.000,-22.000.000,-112.500.000,-15%3.300.000,-
Juni52.000.000,-26.000.000,-138.500.000,-15%3.900.000,-
Juli40.000.000,-20.000.000,-158.500.000,-15%3.000.000,-
Agustus35.000.000,-17.500.000,-176.000.000,-15%2.625.000,-
September45.000.000,-22.500.000,-198.500.000,-15%3.375.000,-
Oktober44.000.000,-22.000.000,-220.500.000,-15%3.300.000,-
Nopember43.000.000,-21.500.000,-242.000.000,-15%3.225.000,-
Desember40.000.000,-8.000.000,-250.000.000,-15%1.200.000,-
12.000.000,-262.000.000,-25%3.000.000,-
---------------------------------------------------------------------------------
Jumlah524.000.000,-262.000.000,-35.500.000,-

2. Ilutrasinya adalah seorang petugas dinas luar asuransi (bukan pegawai perusahaan asuransi) yang menerima komisi, yaitu : Kertosari Jaya adalah petugas dinas luar asuransi dari PT. Tamara Life. Kertosari Jaya juga telah terdaftar sebagai wajib pajak dan mempunyai NPWP. Dia belum berkeluarga. Selain sebagai Agen, Kertosari Jaya juga bekerja pada PT. Tanjung Jaya. Penghasilan yang diterima Kertosari Jaya sebagai agen asuransi PT.Tamara Life adalah sebagai berikut :


BulanKomisi Agen
JanuariRp. 38.000.000,-
PebruariRp. 38.000.000,-
MaretRp. 41.000.000,-
AprilRp. 42.000.000,-
MeiRp. 44.000.000,-
JuniRp. 45.000.000,-
JuliRp. 45.000.000,-
AgustusRp. 48.000.000,-
SeptemberRp. 50.000.000,-
OktoberRp. 52.000.000,-
NopemberRp. 55.000.000,-
DesemberRp. 56.000.000,-
----------------------------
JumlahRp. 554.000.000,-


Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21/26 yang berlaku untuk penerima penghasilan bukan pegawai selain tenaga ahli adalah 50% x Jumlah Penghasilan Bruto dikurangi PTKP. Tetapi karena Kertosari Jaya bekerja juga pada PT. Tanjung Jaya, maka PTKPnya telah dipotong oleh PT. Tanjung Jaya.

Maka perhitungan PPh Pasal 21 selama masa Januari s/d Desember tahun bersangkutan a.n Kertosari Jaya sebagai agen asuransi adalah :

Komisi Yang DiterimaDasar Pengenaan PPh Pasal 21
Rp.554.000.000,- x 50%=Rp.277.000.000,-

Perhitungan PPh Pasal 21PPh Pasal 21 Terutang
Rp. 50.000.000,- x 5%=Rp. 2.500.000,-
Rp. 200.000.000,- x 15%=Rp. 30.000.000,-
Rp. 27.000.000,- x 25%=Rp. 6.750.000,-
------------------------------------------
Jumlah=Rp. 39.250.000,-

Untuk menghitung PPh Pasal 21 perbulannya petugas dinas luar asuransi ini sama dengan perhitungan ilustrasi dokter diatas

Sebagai catatan untuk Anda adalah bahwa dasar perhitungan penerima penghasilan bukan pegawai pada intinya adalah 50% dari jumlah penghasilan bruto.

Sekian..semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda.

3 komentar:

Sang Pelaku mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Sang Pelaku mengatakan...

Terima kasih p'atas sharing ilmunya sangat membantu sekali bagi saya yang awam dalam cara penghitungan pajak..sukses selalu buat bapa...

srimuliani handoyokusumo mengatakan...

(Srimuliani Handoyokusumo; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Berau)

Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Berau dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Berau dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

4. Terimakasih untuk khususnya Bpk.IR.AGUS SUTIADI M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk IR.AGUS SUTIADI M.SI,0852-3687-2555.